Hasil Rosario Central Vs Corinthians Imbang Sengit dan Penentuan Berlanjut di Brasil

Hasil Rosario Central Vs Corinthians

Hasil Rosario Central Vs Corinthians berakhir tanpa pemenang setelah kedua tim bermain imbang 0-0 pada leg pertama babak 16 besar Copa Libertadores 2026. Pertandingan berlangsung di Estadio Gigante de Arroyito, Rosario, Argentina, Kamis malam 13 Agustus 2026 waktu setempat. Rosario Central lebih banyak memberikan ancaman pada fase tertentu pertandingan, tetapi pertahanan Corinthians bersama kiper Hugo Souza berhasil mempertahankan gawang tanpa kebobolan.

Bagi penggemar yang mengikuti perkembangan pertandingan melalui Folaplaybet, hasil tanpa gol membuat duel ini semakin menarik karena belum ada tim yang memiliki keuntungan agregat. hasil Copa Libertadores terbaru hari ini juga memperlihatkan bagaimana Corinthians mampu bertahan menghadapi tekanan tuan rumah dan Ángel Di María. Sebaliknya, Rosario Central harus menyelesaikan pekerjaan yang lebih sulit ketika bertandang ke São Paulo pada leg kedua.

Hasil Rosario Central Vs Corinthians Berakhir 0 0

Rosario Central memasuki pertandingan dengan status juara grup yang cukup meyakinkan. Menurut CONMEBOL, klub Argentina tersebut mencapai babak 16 besar setelah mengumpulkan 13 poin dan hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan fase grup.

Corinthians sendiri mencoba bermain disiplin sejak menit pertama. Tim Brasil mampu meredam tekanan awal tuan rumah dan bahkan menciptakan salah satu kesempatan terbaik melalui Matheus Bidu.

Upaya Bidu mengenai tiang gawang sehingga Corinthians gagal mendapatkan gol tandang yang berpotensi sangat berharga.

Angel Di Maria Jadi Ancaman Utama

Salah satu pemain yang paling mendapatkan perhatian adalah Ángel Di María. Mantan pemain Real Madrid, Paris Saint-Germain, Manchester United, dan Benfica tersebut menjadi sumber kreativitas utama Rosario Central.

Dalam penampilan Angel Di Maria bersama Rosario Central, pemain berpengalaman tersebut menciptakan empat umpan yang menghasilkan tembakan sekaligus mempunyai peluang berbahaya ke gawang Corinthians.

Namun Corinthians memberikan penjagaan ketat sehingga Di María tidak memperoleh banyak ruang bersih untuk menentukan pertandingan.

Kiper Hugo Souza juga tampil penting. Sejumlah peluang Rosario mampu dihentikannya, termasuk tembakan berbahaya Di María pada babak kedua.

Corinthians Bertahan dari Tekanan Babak Kedua

Hasil Rosario Central Vs Corinthians

Setelah pertandingan berjalan relatif seimbang pada babak pertama, Rosario Central meningkatkan tekanan setelah turun minum.

Tuan rumah lebih aktif mencari celah dan memaksa pertahanan Corinthians bekerja keras. Hugo Souza menjadi salah satu alasan skor tetap 0-0.

Pertandingan juga berlangsung panas. Dua situasi yang berpotensi menghasilkan penalti untuk Rosario Central diperiksa melalui VAR, tetapi keduanya tidak berakhir dengan hadiah penalti.

Corinthians akhirnya berhasil mempertahankan hasil tanpa gol hingga pertandingan memasuki fase akhir.

Allan Mendapat Kartu Merah

Situasi semakin sulit bagi Corinthians setelah Allan mendapatkan kartu merah. Insiden tersebut membuat tim tamu harus menyelesaikan pertandingan dengan jumlah pemain lebih sedikit.

Meski demikian, Rosario Central tidak berhasil memanfaatkan keunggulan pemain untuk mencetak gol.

Pertahanan Corinthians tetap disiplin sampai wasit meniup peluit panjang. Hasil imbang tersebut menjadi modal cukup berharga mengingat leg pertama berlangsung di markas Rosario.

Insiden Protokol Antirasisme

Selain pertandingan di lapangan, laga juga diwarnai insiden yang menyebabkan protokol antirasisme diaktifkan setelah adanya laporan mengenai tindakan dari tribun tuan rumah.

Insiden semacam ini menjadi persoalan serius dalam sepak bola Amerika Selatan. CONMEBOL memiliki prosedur antirasisme yang dapat diterapkan ketika terdapat dugaan tindakan diskriminatif selama pertandingan.

Terlepas dari kejadian tersebut, pertandingan akhirnya dapat diselesaikan dengan skor 0-0.

Leg Kedua Jadi Penentu Tiket Perempat Final

Dengan hasil imbang tanpa gol, penentuan Rosario Central Corinthians leg kedua akan berlangsung sepenuhnya terbuka. Tidak ada tim yang membawa keunggulan agregat menuju pertemuan berikutnya.

Situasinya sederhana:

  1. Rosario Central dan Corinthians bermain 0-0 pada leg pertama.
  2. Pemenang leg kedua akan lolos ke perempat final.
  3. Jika skor tetap imbang setelah pertandingan kedua sesuai regulasi fase gugur, tiket akan ditentukan melalui adu penalti.
  4. Corinthians mendapatkan keuntungan bermain di kandang sendiri.
  5. Rosario Central harus mencari hasil positif di São Paulo.

Leg kedua dijadwalkan berlangsung 20 Agustus 2026 di Neo Química Arena, São Paulo. Jadwal stadion mencantumkan kick-off pukul 21.30 waktu Brasil.

Pertemuan Mengulang Duel Libertadores 2000

Rosario Central dan Corinthians mempunyai sejarah menarik di Copa Libertadores. Sebelum 2026, kedua klub pernah bertemu pada babak 16 besar edisi 2000.

Saat itu masing-masing tim menang 3-2 ketika bermain di kandang. Corinthians akhirnya lolos setelah memenangkan adu penalti pada leg kedua di Pacaembu.

Artinya, pertemuan 2026 kembali menghadirkan situasi yang tidak jauh berbeda: kelolosan harus ditentukan di Brasil.

Rosario tentu berharap sejarah tidak kembali terulang, sementara Corinthians mempunyai kesempatan menggunakan dukungan publik sendiri untuk mengamankan tempat di delapan besar.

Corinthians Punya Keuntungan Bermain di Kandang

Hasil 0-0 di Argentina dapat dianggap cukup positif untuk Corinthians. Mereka berhasil melewati pertandingan tandang di stadion yang sulit tanpa kebobolan.

Namun hasil tersebut belum memberikan jaminan apa pun. Rosario Central terbukti mempunyai pertahanan kuat sepanjang fase grup dan mempunyai pemain berpengalaman seperti Di María.

Corinthians harus meningkatkan efektivitas serangan ketika bermain di São Paulo. Pada leg pertama, kesempatan mereka terbatas dan peluang terbaik Matheus Bidu hanya mengenai tiang.

Dengan agregat masih 0-0, satu kesalahan pada pertandingan kedua dapat menentukan perjalanan kedua klub di Libertadores.

Hasil Rosario Central Vs Corinthians pada leg pertama babak 16 besar Copa Libertadores 2026 berakhir 0-0. Rosario Central memberikan tekanan cukup besar, khususnya pada babak kedua, tetapi Corinthians mampu mempertahankan gawangnya berkat pertahanan disiplin dan sejumlah penyelamatan Hugo Souza.

Matheus Bidu sempat mengenai tiang untuk Corinthians, sedangkan Ángel Di María menjadi salah satu ancaman utama tuan rumah. Dengan agregat masih tanpa gol, tiket perempat final akan ditentukan ketika Corinthians menjamu Rosario Central di Neo Química Arena pada 20 Agustus 2026.

FAQ

Berapa hasil Rosario Central Vs Corinthians?

Rosario Central dan Corinthians bermain imbang 0-0 pada leg pertama babak 16 besar Copa Libertadores 2026.

Siapa pencetak gol Rosario Central Vs Corinthians?

Tidak ada pemain yang mencetak gol karena pertandingan berakhir 0-0.

Di mana Rosario Central Vs Corinthians dimainkan?

Leg pertama berlangsung di Estadio Gigante de Arroyito, Rosario, Argentina.

Apakah Angel Di Maria bermain melawan Corinthians?

Ya. Ángel Di María menjadi salah satu pemain utama Rosario Central dan beberapa kali menciptakan ancaman ke pertahanan Corinthians.

Kapan Corinthians Vs Rosario Central leg kedua?

Leg kedua dijadwalkan pada 20 Agustus 2026 di Neo Química Arena, São Paulo.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts :-